Kesulitan Memilih Rumah….Gunakan AHP Aja


Rumah pada dasarnya adalah suatu kebutuhan pokok setiap manusia yang minimal harus dipenuhi oleh seluruh manusia agar dapat hidup dan bertahan terhadap segal perubahan terutama perubahan cuaca. Rumah berfungsi untuk melindungi kita dari segala terpaan cuaca, gangguan luar yang mungkin disebabkan oleh manusia ataupun hewan, dan juga terhadap hal lainnya.

Rumah berubah sesuai dengan perubahan zaman. Pada awalnya, bentuk rumah rumah sangatlah sederhana, sebagai contoh manusia zaman purba menyebut gua sebagai rumah bagi mereka dan seiring dengan perubahan waktu, bentuk rumah makin estetis dengan fasilitas-fasilitas yang beraneka ragam. Rumah juga dapat mencirikan etnis suatu bangsa, sebagi contoh misalnya ada perbedaan bentuk rumah antara bangsa Cina dengan bangsa Eropa, begitupun dengan rumah Indonesia. Tetapi pada zaman modern seperti sekarang, bentuk rumah dapat dikatakan hampir seragam walaupun tidak semuanya sama. Sebab yang dicari pada rumah sekarang adalah optimalitas dan efisiensi penggunaan ruang.

Metode yang Digunakan

Berdasarkan hal tersebut, maka penentuan layak atau tidaknya rumah dapat ditentukan dari awal ketika proses pemilihan awal sebab penentuan awal pada proses pemilihan sebuah rumah adalah hal yang sangat krusial. Namun kita sering bingung dengan teknik apa kita dapat melakukan proses tersebut. Jawabanya adalah dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process atau yang lebih dikenal sebagai AHP yang merupakan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan dalam melakukan pemilihan atas alternatif-alternatif.

Untuk menyelesaikan permasalahan pada Proses Hirarki Analisis digunakan software pendukung AHP yaitu Expert Choice. Setiap model keputusan di dalam Expert Choice selalu dimulai dengan sebuah model dalam bentuk hirarki atau sebuah pohon. Bentuk yang paling sederhana yang digunakan untuk membuat struktur dari masalah pengambilan keputusan adalah hirarki dalam tiga tingkatan: tujuan dari keputusan di tingkat paling atas, diikuti oleh tingkat kedua yaitu kriteria dan tingkat ketiga yaitu alternatif.

Pada model AHP yang saya buat dengan menggunakan software Expert Choice, terlihat bahwa tujuan / goal dari proses pemilihan alternative ini adalah Rumah Ideal yang ditempati oleh sebuah kelurga, sedangkan kriteria-kriteria yang dipertimbangkan adalah Lokasi, Keamanan, Harga, Fasilitas, dan Model. Kelima kriteria ini dianggap mewakili syarat-syarat rumah yang ideal dari sisi penulis. Lebih jauh lagi ada alternatif yang ditawarkan untuk rumah ini yaitu : lokasi di daerah Setiabudi Jakarta Selatan, Pondok Indah, Tanah Abang, Cengkareng, Pondok Gede, dan Sunter. Model dari kriteria tersebut adalah seperti di bawah ini :

Langkah selanjutnya adalah menetukan bobot dari masing-masing kriteria untuk dapat dihitung besar bobot untuk tiap-tiap kriteria. Berdasarkan kaidah pembobotan yang menyatakan bahwa :

  1. Nilai bobot berkiar antara 0 – 100% atau 1 – 100

  2. Jumlah semua bobot harus sama dengan 1

  3. Tidak ada bobot yang bernilai negatif (-)

Maka selanjutnya dilakukan pemodelan yang hasilnya seperti yang telah digambarkan di atas. Proses pembobotan ini adalah subjektivitas dari pembuat model sehingga penentuan nilai prioritas dari tiap-tiap bobot tergantung dari sang pembuat model. Masing-masing bobot akan menentukan seberapa pentingnya kriteria yang dibuat dan seberapa signifikan masing-masing kriteria terhadap alternatif yang diajukan. Perlu diingat juga bahwa ketika membandingkan bobot antara 2 buah kriteria, nilai inconsistency antara 2 buah kriteria harus <0.1.

Kesimpulan Hasil Penghitungan

Berdasarkan pada penghitungan dengan AHP di atas, maka dapat disimpulkan bahwa alternatif pertama yaitu Rumah di daerah Pondok Indah merupakan prioritas pertama yang harus dipilih. Urutannya adalah sebagai berikut :

1. Daerah Setiabudi 25,2%

2. Daerah Pondok Indah 22,9%

3. Daerah Tanah Abang 19,0%

4. Daerah Pondok Gede 12,1%

5. Daerah Cengkareng 11,1%

6. Daerah Sunter 9,6%

Adapun kriteria-kriteria yang menunjang hal tersebut adalah sebagai berikut sesuai dengan urutan prioritas

1. Lokasi 35,2%

2. Keamanan 23,1%

3. Harga 21,7%

    4. Fasilitas 10,6%

    5. Model 9,4%

Lebih lanjut dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumah di daerah Setiabudi Jakarta Selatan merupakan rumah paling ideal untuk ditempati sebuah kelurga berdasarkan kriteria-kriteria di atas.

10 Tanggapan

  1. Milih apa aja… pke aja AHP!! Dibayar berapa gw ama Pak Thomas Saaty hehe.. TOP euy

  2. Tidakkah itu subjektif sekali mengingat anda memang tinggal di daerah setiabudi jakarta selatan

  3. waah dasar lo.. milih daerah rumah sendiri yak :p
    kriteria milih rumah ternyata hampir sama ma kriteria gw… gud2..hehe

  4. kalo milih kontrakan ada ada kriterianya gak Ron??

  5. wow…
    cukup menarik….

  6. Wah tampilan yang menarik sekali BUng Imron
    Bahasan yang komunikatif mengenai AHPnya

    Be a good decision maker

  7. waduh yang menag setiabudi

    jelas karena anda tinggal disitu

    yang penting bukan hasil saja namun proses juga

  8. pilih rumah apa rumah tangga bro

    http://www.ijarsunardi.com

  9. pilih rumah apa rumah tangga bro..

    ww.ijarsunardi.com

  10. milih calon juga bisa lhoo pake AHP

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.